haus & lapar saja.
Rasulullah
saw pernah bersabda, "Betapa banyak orang yang berpuasa tidak
mendapatkan apapun selain rasa haus & lapar saja. Betapa banyak
orang yang melakukan shalat malam/shalat tarawih tidak mendapat apapun
selain begadangnya saja." ~ HR. Ahmad & Ad-Darimi~
Dua
hari sudah kita melaksanakan shaum Ramadhan di tahun ini. Terawih,
sahur, puasa, berbuka dan kembali terawih. Seperti itulah siklus yang
selalu kita lakukan selama di bulan Ramadhan. Siang hari kita menahan
lapar dan haus dengan maksud untuk berpuasa, begitupun setiap malam,
kita gerakkan badan kita untuk melaksanakan sholat Teraweh. Dalam hati
kita merasa bahwa itulah puasa yang akan mengantarkan kita pada Ridho
dari Allah SWT. Tidak...ternyata Rasulullah mengabarkan hal yang lain
bahwa banyak diantara kita yang berpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa
selain haus dan lapar. Begitu banyak pula yang mengerjakan sholat
Teraweh,tetapi tidak mendapat apa-apa kecuali hanya bergadang. Jika
demikian, buat apa kita kosongkan perut kita kalau hanya lapar dan haus
yang kita dapat? Lalu buat apapula kita Terawih kalau cuma sekedar untuk
bergadang?
Sahabatku,
pernahkah kita merasakan bahwa keseharian kita di bulan Ramadhan tidak
jauh berbeda dengan keseharian kita selama 11 bulan yang lain, kecuali
lapar dan haus yang menggerogoti perut kita saja yang menjadi pembeda.
Begitu pula dengan malam kita, pernahkah kita merasa bahwa malam di
bulan Ramadhan ini sama saja dengan malam-malam sebelumnya di bulan yang
lain. Yang membedakannya hanyalah waktu kita yang terpakai untuk sholat
Teraweh. Ya...mungkin inilah yang tidak pernah kita sadari, bahwa di
siang hari ketika perut kita lapar, ternyata mulut kita tidak berhenti
untuk menggosip, menggunjing, mengumpat bahkan memfitnah orang lain.
jika demikian, apa bedanya siang hari Ramadhan dengan siang hari bulan
yang lain? Ketika terik matahari menyengat kulit tubuh kita menambah
perihnya perut ini, ternyata tak membuat tangan kita berhenti untuk
mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Lalu apa bedanya dengan bulan
yang lain? Kecuali haus dan lapar...
Sahabatku,
ditengah lemasnya badan kita karena perut kita minta di isi, ternyata
itu tak membuat langkah kita berhenti untuk mengukir kemaksiatan, ketika
kerongkongan ini kering meminta dibasahi oleh air, ternyata itu tak
membuat mata kita berpaling dari dosa, telinga kita juga seperti itu.
Bahkan semua anggota tubuh ternyata tak pernah berhenti untuk
membangkang terhadap Rabb kita. lalu apa bedanya dengan 11 bulan yang
lain? Kecuali haus dan lapar....
Saat
kita berpuasa, yang melintas dalam pikiran kita adalah segelas es buah,
segelas teh manis dingin, semangkuk kolak, sate, goreng ayam dll, maka
apa bedanya dengan 11 bulan yang lain? Kecuali haus dan lapar...,
ya...hanya haus dan lapar karena kita berpuasa bukan untuk Allah tapi
untuk segelas sop buah dan sepotong ayam goreng.
Sahabatku,
jika demikian berarti kita hanya memindahkan jadwal makan kita ke waktu
sahur dan waktu maghrib. Tak lebih dari itu. Maka tak ada yang kita
dapatkan kecuali hanya haus dan lapar...
Mari
kita jadikan momentum Ramadhan ini sebagai bulan pergerakan, bulan
aktivitas kebaikan sehingga akan lahir jiwa-jiwa yang fitrah hasil dari
pesantren Ramadhan...Gosip kita ganti dengan Tilawah, gunjingan kita
ganti dengan dzikir, dan juga aktivitas yang lainnya. semoga Allah
menjadikan kita Insan yang bertaqwa selepas Ramadhan meninggalkan kita,
bukan Insan yang hanya menahan haus dan lapar...
0 Response to "haus & lapar saja."
Post a Comment